Minggu, 30 Mei 2010

BERFIKIR POSITIVE



Ibnu Munib

Manusia pasti terlahir bebas, namun manusia nampaknya belum bisa hidup bebas. Manusia terikat oleh norma dan tata hidup, harapan dan cita-cita, serta pandangan dan fikiran orang lain terhadap kita. Kita harus membebaskan diri kita sendiri dari dalam. Kita harus berkembang sebagai pemikir independen. Tanpa pikiran yang independen kita tak akan bisa mengembangkan “diri” kita menjadi lebih baik. Namun meski indpenden, pikiran kita tetap harus mempertimbangkan bukan hanya satu orang, tetapi juga seluruh manusia dan hewan yang hidup berdampingan dengan kita.
Islam sangat menganjurkan dan bahkan memerintahkan kepada setiap umat manusia untuk menggunakan akal pikirannya, memaksimalkan potensi akal yang ada, karena akal merupakan pembeda antara manusia dan hewan. Allah tidak pernah “memasung” akal manusia kapanpun, Allah juga tidak mengkebiri akal manusia. Dengan akal kita bisa mengetahui mana yang baik dan yang buruk, mana yang berbahaya dan tidak.
Namun demikian problem akal pada tiap manusia berbeda dengan yang lainnya, pola kerja pikiran manusia dibagi menjadi dua berpikir positive dan berpikir negativ. Kedua pola kerja inilah yang bisa mempengaruhi sikap dan tindak tindak tanduk baik kepada sesama maupun kepada lingkungan. Iri hati, hasud dan sikap negative lainnya merupakan penjelmaan dari pola kerja pikir kita. Dengan berfikir positive pastinya akan membuat sikap, ucapan dan hati kita selaras menuju satu ketenangan dan keikhlasan dalam bertindak.
Poin-poin di bawah ini tida disusun dengan urutan hiarkis, poin-poin di bawah ini hanyalah pemandu untuk mengembangkan pikiran positif. Pikiran positif tak punya batas dan berlanjut tanpa akhir.
1. Lakukan Evaluasi Diri Secara Konstan
2. Terimalah Realitas
3. Terimalah Orang Lain Sebagaimana Adanya
4. Evaluasilah Perilaku Dalam Kerangka Situasional
5. Kembangkan Keyakinan Terhadap Diri dan Kemampuan Anda
6. Jangan Memandang Rendah Orang Lain
7. Hormati Kemampuan Orang Lain
8. Sambut dan Hargai Kritik yang Sehat
9. Jangan Suka Memfitnah
10. Hargai Fisik Anda
11. Jadilah Pendengar yang Baik
12. Ingatlah Bahwa Tiap Masalah Punya Solusi
13. Gunakan Waktu Untuk Hal-hal yang Membangun
14. Bebaskan Pikiran dari Pikiran Buruk
15. Hidup adalah Sebuah Pengalaman, Nikmati Saja
16. Selalu ada Kesempatan Kedua
17. Jujurlah dan Hargai Kejujuran
18. Belajarlah Menerima Kesalahan
19. Ekspresikan Diri
20. Jangan Biarkan Hati Menguasai Pikiran Anda
21. Terimalah Tantangan
22. Hindari Ketergantungan
23. Jangan Membuat Alasan yang Mengada-ada
24. Berbuat Baiklah Kepada Orang Lain
25. Anda Bukan Orang yang Tak Tergantikan
26. Jangan Terperangkap Pada Pujian
27. Ingatlah Bahwa Sebenarnya Kita Tak Pernah Kalah
28. Selalu Berbicara Positif
29. Jadilah Positif Tanpa Batas

Kamis, 27 Mei 2010

Resep Kecantikan Wanita


Ibnu Munib


Diantara resep perawatan kecantikan yang disyariatkan oleh Islam adalah sebagai
berikut :

1. Ta'at pada Allah 'Azza wa jalla
Dengan taat kepada Allah 'Azza wa jalla menjadikan wajah tetap sehat cantik dan berseri karena sehatnya hati dan badannya.
2. Berhias dengan pakaian yang baik dan indah disertai penataan rambut yang bagus terutama dihadapan suami.
3. Berhias dengan perhiasan dari emas dan perak atau yang lain yang tidak terlarang oleh syariat.
4. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan lengkap kadar gizinya karena wajah menunjukan kesehatan dan kesegaran tubuh. Bila tubuh sehat, wajah akan takpak segar dan berseri, tentunya tanpa mengabaikan kesehatan rohani.
5. Minum madu secara teratur.
salah satu teknik perawatan kecantikan yang hasilnya insya Allah menakjubkan adalah minum madu secara teratur setiap pagi dan sore. Insya Allah akan mencegah segala jenis penyakit dan menambah kesegaran tubuh wajahpun menjadi cerah dan berseri-seri dan tampak awet muda.
6. Bercelak dengan Istmid.
Istmid adalah perhiasan wanita yang telah terbukti sehat dan tidak menimbulkan mudlarat bagi mata. Berikut ini ada beberapa kaidah bagaimana seharusnya seorang muslimah berhias:
- Segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariat.
- Tidak menyerupai (Tasyabbuh) dengan wanita kafir.
- Tidak menyerupai laki-laki.
- Keberadaan didalam/diluar tubuh tidak tetap.
- Tidak membawa pada perbuatan merubah ciptaan Allah.
- Tidak mem buat bahaya bagi tubuh (berpakaian ketat).
- Tidak menghalangi air sampai pada kulit ketika wudlu dan mandi.
- Tidak ada unsur israf dan membuang-buang harta.
- Tidak membuang waktu ketika memakainya.
- Tidak ada perasaan sombong dan takabur ketika memakainya.
- Tidak ada unsur menyelisihi fitrah muslimah.
- Tidak membuka aurat ketika memakainya.
- Tidak membuat lalai dari melaksanakan kewajiban.
- Dipersembahkan untuk suami yang paling guna mencari pahala disisi Allah.
------------------------------------------------------
(Sumber: Salafy edisi 27/1419/1998;Hal.08)

Minggu, 23 Mei 2010

DISIPLIN DIRI


“ Tanpa disiplin diri, anda akan berhadapan dengan banyak hal yang mungkin tidak bisa anda capai. Mungkin anda bisa bergerak sebentar dengan mengandalkan semangat, kecerdasan, dan hasrat. Tetapi, cepat atau lambat anda akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa anda raih tanpa adanya disiplin ”


Ibnu Munib

Kalimat di atas merupakan kalimat yang pantas untuk kita jadikan renungan berama, bagaimana pentingnya disiplin dalam hidup ini. Pengertian kedisiplinan yaitu ketaatan terhadap tata tertib. Disiplin termasuk akhlaq yang terpuji (akhlakul karimah) karena sikap disiplin akan selalu mentaati segala bentuk peraturan, tata tertib, norma atas hukum-hukum yang berlaku.
Disiplin dalam Islam merupakan bagian dari sifat Amanah, seorang Muslim yang disiplin dengan ajaran agamanya untuk mengamalkan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya berarti telah memiliki sifat amanah.
Amanah termasuk salah satu tanda orang yang beriman, dalam kata lain bahwa seorang Muslim yang tidak memiliki sifat amanah berarti keimanan seseorang tersebut belum dikatakan sempurna, hal ini sebagaimana telah di jelaskan oleh Allah melalui kalam-Nya dalam al-quran tentang menghianati Allah dan Rosul-Nya yaitu surat Al-Anfal: 27
ياايهاالذين امنوالاتخونواالله والرسول وتخونواامنتكم وانتم تعلمون
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rosul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. (DEPAG, 1985:264)
Ayat di atas juga telah dipertegas oleh Nabi Muhammad SAW., dalam hadistnya, bahwa sifat hianat merupakan salah satu dari cirri orang yang munafik, sebagaimana sabda Nabi SAW:
وعن أبى هريرة رضى الله عنه: ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قل: اية المنافق ثلاث اذحدث كذب واذاوعدأخلف وادا اؤتمن خان. متفق عليه. زاد فى رواية لمسلم: وان صام وصلى وزعم انه مسلم.

Artinya: Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya berhianat. (HR. Bukhori). Dalam riwayat Muslim ada tambahan: meskipun ia puasa dan sembahyang dan merasa diri sebagai seorang muslim. (Hamidi, dkk. 1992:26)
Islam adalah agama yang paling disiplin, yang tidak dimiliki oleh agama lain. Ajaran Islam sangat banyak mengandung ajaran tentang kedisiplinan. Seperti dalam perintah sholat, puasa, sholat, zakat, haji dan ibadah lainnya yang mendidik kita supaya memiliki sifat disiplin.
Konsep tunduk kepada kehendak Allah dan penyesuaiannya dengan hukum alam, jika tercermin benar-benar di dalam kehidupan manusia, maka timbullah disiplin yang sehat, dan agama Islam adalah ajaran disiplin yang pertama.
Keberhasilan Rosulullah dalam melaksanakan tugas sucinya untuk membina umat Islam dalam waktu yang relatif singkat adalah karena sifat disiplin Rosulullah yang beliau tanamkan kepada para sahabatnya, sehingga para sahabat memiliki sifat disiplin yang tinggi. Dengan sikap disiplin yang dilandasi iman yang kokoh itulah yang dapat membentengi umat Islam pada masa itu. Sehingga ejekan, penganiayaan dan penindasan yang dilakukan orang kafir Quraisy tidak dapat menghalangi mereka melaksanakan ajaran agamanya. Sikap disiplin yang dimiliki Rosulullah dan para sahabatnya itulah yang menjadikan suksesnya Nabi Muhammad SAW. dalam membina umat Islam, sehingga dikagumi umat di luar Islam.
Dalam kehidupan kita sering dijumpai bahkan mungkin itu bagian dari langkah dan kebiasaan kita, disadari atupun tidak. Bekerja tidak tepat waktu, mengindahkan peraturan yang ada dengan berbagai alasannya baik untuk diri kita sendiri atau golongan, hingga memalsukan sesuatu demi tercapainya tujuan sesaat. Semua itu adalah tindakan indisipliner. Jika hal itu terjadi maka yang bisa kita rasakan adalah ketidak tenangan, was-was, khawatir dan bayangan dosa akan selalu menghampiri di setiap langkah kita. Hal lain pula, bagaimana kita bisa berharap anakdidik kita bisa disiplin, respek dengan guru, memperhatikan dan taat peraturan jika guru terlambat datang, masuk tidak tepat waktu, inkonsisteni dalam tugas dan rasanya masih banyak hal lain yang terkadang tidak kita sadari bahwa itu adalah tindakan indisipliner.
Bagaimana rasul menjadi tauladan bagi kita, sedikitpun rasul tidak pernah melakukan hal tersebut demi kepentingan sesaat terlebih untuk tujuan dunia semata. Sahabat, tabi’in, dan ulama’-ulama’ yang kita kenal hampir menjauhi dari sikap dan kebiasaan tidak disiplin. Hal ini jelas bahwa efek samping dari tindakan indisipliner akan kita rasakan dikemudian hari. Sekilas mungkin kita akan mencapai apa yang kita inginkan dengan cara seperti itu, tapi cepat atau lambat kita akan berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa kita raih tanpa adanya disiplin.
Sekarang jelaslah bagi kita bagaimana pentingnya disiplin dalam kerangka agama kita, disiplin adalah manah dan amanah adalah sebagian dari tanda-tanda orang yang beriman dan melanggar amanah adalah termasuk tanda bagi orang-orang munafik. Kiranya janganlah kita mementingkan kepentingan sesaat dengan tindakan indisipliner.